Senin, 30 Oktober 2017

CERITA TENTANG SEBAB-SEBAB TURUNNYA ALQURAN

Suatu hari di era kepemimpinan Umar bin Khattab, Madinah digegerkan dengan peristiwa yang mengejutkan umat muslimin. Seorang sahabat Nabi Muhammad SAW juga pejuang Islam, mabuk-mabukan dan berkata bahwa minum khamr sama sekali tidak melanggar peraturan di dalam Islam. Dia juga berkata bahwa di dalam Al Quran terdapat ayat yang membenarkan tindakannya itu. Padahal Al Quran sudah sangat tegas melarang meminum segala hal yang memabukkan dan menghilangkan akal sehat termasuk khamr.
Khalifah Umar bin Khattab ra pun segera mengumpulkan para sahabat untuk membahas tentang asbabun nuzul atau sebab turunnya ayat al Quran agar bisa melihat permasalahannya secara jelas.
Maka ketika ditangkap orang itu kemudian dibawa ke majelis Khalifah Umar bin Khattab ra, Umar tidak berani memutuskan karena yang melakukan adalah seorang sahabat yang jelas berilmu karena duduk bersama Nabi SAW dan berkumpul dengan orang-orang terbaik. Maka Umar ra memanggil sahabat-sahabat yang ahli al Quran untuk membincangkan hal tersebut. Ada Abdullah bin Abbas ra, Ali bin Abi Thalib ra. Kita ketahui mereka adalah orang-orang ahli ilmu di zamannya. Bahkan Abdullah bin Abbas adalah turjumanul Quran (orang yang paling ahli dalam al Quran).
Maka Umar membuka majelisnya kemudian berkata kepada sahabat yang mabuk itu “mengapa kau mabuk?” kemudian dia menjawab “bukankah telah diizinkan untuk orang-orang yang beriman sebagaimana Allah sampaikan dalam Al Quran” (Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan) (Al Maidah: 93).
Sekilas kita memahami ayat tersebut bahwa orang boleh memakan dan meminum apa saja asalkan ia tetap beriman, bertaqwa dan beramal sholeh. Itu yang dipahami oleh sahabat Nabi ini. Begitu ia menyampaikan alasannya mengapa ia berani mabuk dan ternyata menggunakan ayat maka Umar ra mengatakan “apa jawaban kalian wahai para ahli al Quran?”  Abdullah bin Abbas mengatakan “ayat ini turun bukan untuk hal yang seperti itu, tetapi ayat ini diturunkan Allah SWT untuk membantah orang-orang munafik, bukan untuk menunjukkan bahwa khamr itu halal.” Karenanya Abdullah bin Abbas berkata “ini salah dalam memahami turunnya ayat” kemudian Ali bin Abi Thalib ra menyambung kalimat Abdullah bin Abbas “bukankah Allah juga berfirman dalam surat yang sama bahwa Allah melarang orang mabuk dan minum khamar” (Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan) Al Maidah 90. Kemudian Ali bin Abi Thalib mengatakan “Jika anda minum minuman keras setelah itu anda mabuk kemudian anda seperti orang linglung, begitu linglung anda bisa mengatakan sesuatu yang tidak ada ilmunya bahkan dusta sedangkan seorang pendusta berhak mendapatkan cambuk 80 kali, maka saran saya sahabat ini dicambuk 80 kali”
Lau kemudian Umar menjatuhkan hukumannya.

MATERI SEBAB-SEBAB TURUNNYA ALQURAN

Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia yang diwahyukan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW. Pengembagan studi keislaman yang berkaitan dengan al-Qur’an dapat ditempuh di antaranya dengan pendekatan sosio-historis. Aplikasi pendekatan tersebut memungkinkan penemuan nilai-nilai dan makna substansial dalam al-Qur’an. Ayat-ayat al-Qur’an dapat dikategorikan menjadi dua kelompok menurut sebab turunnya ayat. Pertama, ayat yang turun dengan adanya sebab; kedua, ayat yang turun tanpa sebab atau peristiwa yang melatarbelakanginya, seperti ayat-ayat yang menceritakan umat terdahulu, berita-berita alam ghaib, gambaran alam barzakh, persaksian alam kebagkitan, keadaan hari kiamat dan sebagainya
Pada masa Rasulullah, banyak peristiwa terjadi yang belum diketahui hukumnya me nurut islam. Beberapa sahabat juga sering bertanya kepada Rasulullah tentang sesuatu yang belum mereka pahami. Kemudian mereka bertanya kepada Rasulullah untuk mengetahui hukum Islam mengenai hal itu. Maka al-Qur’an turun untuk menjelaskan atau menunjukkan hukum atas peristiwa atau pertanyaan yang muncul tersebut. Jawaban dari al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat manusia. Itulah yang kemudian disebut dengan Asbabun Nuzul, yaitu sebab-sebab turunya ayat-ayat al-Qur’an. Untuk lebih mengetahui atau memahami maksud al-Qur’an secara utuh maka lebih utama jika mengetahui tentang Asbabun Nuzul. Pengenmbangan studi keislaaman yang berkaitan dengan al-Qur’an dapat ditempuh diantaranya dengan pendekatan Sosio-historis.
Pendekatan ini memungkinkan penemuan nilai-nilai dan makna substansial dalam al-Qur’an yang terangkum dalam Asbabun Nuzul, yakni sesuatu yang disebabkan olehnya diturunkan suatu ayat atau beberapa ayat yang mengandung peristiwa, atau menerangkan hukumnya pada saat terjadinya peristiwa itu. Karena  kita bisa salah menangkap pesan-pesan Al-Qur’an secara utuh, jika hanya memahami dari bahasanya saja secara tekstual tanpa memahami konteks Sosio-historisnya.

Jumat, 20 Oktober 2017

irnawati
yenny
mouza
fitrifajarwati
pak zainal
diniandriani


SEJARAH TURUNNYA AL QUR'AN - Youtube

PUISI TENTANG ALQURAN

Al-Qur’an ……
Penggetar hati disaat ayat-ayatmu dilantunkan
Pengisi jiwa yang kesepian
Pedoman hidup bagi semua insan
Ayat-ayatmu tersusun sempurna
Di dalam mushaf yang tiada duanya
Mushaf yang mulia nan suci
Yang memancarkan cahaya keagungan illahi
Agar iman taqwa meresap dalam hati
Ya Allah. . . . . . .
Apakah hamba dapat istiqomah terhadapnya ?
Istiqomah dalam membacanya,
Terus berusaha dalam memahaminya, dan
Memegang teguh serta mengamalkan isi kandunganya
Ataukah hamba yang akan ditinggalkanya ?
Lantaran syahwat dunia yang semakin berkobar
Atau keegoisan dalam mendapatakan gelar
Sehingga hamba lupa dengan kalam-Mu
Padahal ialah petunjuk dan penolong hidupku
Ya ilahi
Bimbinglah kami yang selalu salah dan lupa ini
Menuju shiroth yang Engkau ridhoi
Menjadi hamba yang setia
Kepada-Mu  dan kalam-Mu yang mulia
Di dalam dunia yang fana
Hingga kelak di alam yang kekal abadi selamanya.

PANTUN TENTANG ALQURAN

jauh air mengalir derasnya
mengalir air meuju ke muara
jadilah orang yang bertaqwa
jika sadar ingin masuk surga

kolam ikan payau selagi dikuras
selagi dikuras ikan melompat
jangan engkau melampaui batas
jika ini selamat dunia akhirat

SEBAB SEBAB TURUN NYA ALQURAN

• Definisi Asbabun Nuzul
Asbabun nuzul adalah ilmu Al- Qur’an yang membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu atau beberapa ayat al-Qur'an diturunkan.
• Latar belakang sebab-sebab turunnya al quran
Turunnya al qur-an dibagi dua:
1. Secara Ibtida'i yaitu ayat al qur-an yang turun tanpa didahului satu sebab yang melatarbelakanginya. Dan mayoritas ayat-ayat al qur-an turun secara
ibtida'i.
2.Secara sababi, yaitu ayat al qur-an didahului oleh suatu sebab yang
melatarbelakanginya.
sebab-sebab tersebut bisa berupa:
a) Pertanyaan yang dijawab oleh Alloh subhanahu wa Ta'ala
b) Kejadian sebuah peristiwa yang membutuhkan penjelasan dan peringatan.
c) Adanya suatu permasalahan yang membutuhkan penjelasan hukumnya.
• Pedoman mengetahui asbabun nuzul
Pedoman dasar para ulama dalam mengetahui asbabun nuzul ialah riwayat shahih yang berasal dari Rasulullah Saw atau dari sahabat. Itu disebutkan pemberitahuan seorang sahabat mengenai hal seperti ini, bila jelas, maka hal itu bukan sekedar pendapat, tetapi ia mempunyai hukum marfu’ (disandarkan pada Rasulullah).
• Manfaat mengetahui nuzulul qur’an
Pengetahuan mengenai asbabun nuzul mempunyai banyak faedah, yang terpenting diantaranya:
a) Mengetahui hikmah diundangkanya suatu hukum dan perhatian syara’ terhadap kepentingan umum dalam menghadapi segala peristiwa, karena sayangnya kepada umat.
b) Mengkhususkan hukum yang diturunkan dengan sebab yang terjadi, bila hukum itu dinyatakan dalam bentuk umum.
c) Apabila lafadz yang diturunkan itu lafadz yang umum dan terdapat dalil atas pengkhususannya, maka pengetahuan mengenai asbabun nuzul membatasi pengkhususan itu hanya terdapat yang selain bentuk sebab. Dan bentuk sebab ini tidak dapat dikeluarkan (dari cakupan lafadz yang umum itu), karena masuknya bentuk sebab ke dalam lafadz yang umum itu bersifat qat’i (pasti). Maka ia tidak boleh dikeluarkan melalui ijtihad, karena ijtihad itu bersifat zanni (dugaan).
d) Mengetahui sebab nuzul adalah cara terbaik untuk memahami makna qur’an dan menyingkap kesamaran yang tersembunyi dalam ayat-ayat yang tidak dapat ditafsirkan tannpa mengetahui sebab nuzulnya.
e) Sebab nuzul dapat menerangkan tentang siapa ayat itu diturunkan sehingga ayat tersebut tidak diterapkan kepada orang lain karena dorongan permusuhan dan perselisihan.

PERKEMBANGAN PENULISAN DAN PENCETAKAN AL-QURAN
1. Pemberian Harakat (Nuqath al-i’ rab)
• Tujuan pemberian harokat agar rasm (tulisan) al-Qur’an pada masa Usman dapat mengatur ragam qiroat yang diterima dan diajarkan oleh Rasulullah saw.
• Banyak kekeliruan dalam menentukan jenis huruf dan al-lahn (kesalahan dalam membaca harakat huruf).
2. Pemberian Titik pada Huruf (Nuqath al-i’jam)
• Untuk membedakan antara huruf-huruf yang memiliki bentuk penulisan yang sama, namun pengucapannya berbeda. Seperti pada huruf ب(ba),ت )ta(, ) ثtsa(.
• untuk membedakan antara دdal dan ذdzal, huruf yang memiliki titik dan tidak.
• untuk membedakan pasangan سsin dan ش syin.
• Untuk rangkaian huruf جjim, حhaâ, dan خkhaâ, huruf pertama dan ketiga diberi titik, sedangkan yang kedua diabaikan.