Al-Qur’an
merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia yang diwahyukan secara
berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW. Pengembagan studi keislaman yang
berkaitan dengan al-Qur’an dapat ditempuh di antaranya dengan pendekatan
sosio-historis. Aplikasi pendekatan tersebut memungkinkan penemuan nilai-nilai
dan makna substansial dalam al-Qur’an. Ayat-ayat al-Qur’an dapat dikategorikan
menjadi dua kelompok menurut sebab turunnya ayat. Pertama, ayat yang turun
dengan adanya sebab; kedua, ayat yang turun tanpa sebab atau peristiwa yang
melatarbelakanginya, seperti ayat-ayat yang menceritakan umat terdahulu,
berita-berita alam ghaib, gambaran alam barzakh, persaksian alam kebagkitan,
keadaan hari kiamat dan sebagainya
Pada masa
Rasulullah, banyak peristiwa terjadi yang belum diketahui hukumnya me nurut
islam. Beberapa sahabat juga sering bertanya kepada Rasulullah tentang sesuatu
yang belum mereka pahami. Kemudian mereka bertanya kepada Rasulullah untuk
mengetahui hukum Islam mengenai hal itu. Maka al-Qur’an turun untuk menjelaskan
atau menunjukkan hukum atas peristiwa atau pertanyaan yang muncul tersebut.
Jawaban dari al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat manusia. Itulah yang
kemudian disebut dengan Asbabun Nuzul, yaitu sebab-sebab turunya ayat-ayat
al-Qur’an. Untuk lebih mengetahui atau memahami maksud al-Qur’an secara utuh
maka lebih utama jika mengetahui tentang Asbabun Nuzul. Pengenmbangan studi
keislaaman yang berkaitan dengan al-Qur’an dapat ditempuh diantaranya dengan
pendekatan Sosio-historis.
Pendekatan ini
memungkinkan penemuan nilai-nilai dan makna substansial dalam al-Qur’an yang
terangkum dalam Asbabun Nuzul, yakni sesuatu yang disebabkan olehnya diturunkan
suatu ayat atau beberapa ayat yang mengandung peristiwa, atau menerangkan
hukumnya pada saat terjadinya peristiwa itu. Karena kita bisa salah menangkap pesan-pesan
Al-Qur’an secara utuh, jika hanya memahami dari bahasanya saja secara tekstual
tanpa memahami konteks Sosio-historisnya.
๐๐
BalasHapus